Sunday, September 30, 2018

Wisata Sumber Biru, Wonosalam Jombang

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Selamat pagi kawan-kawan 😇

Lagi semangat utak atik mainan baru (blog). Saya termasuk orang yang gaptek heheheh. Kemana sajaaa daku selama ini ...kok baru buat blog😆

Sekarang saya mau mereview salah satu tempat wisata di Kabupaten Jombang. Tepatnya di daerah Wonosalam yang terkenal dengan durennya. Sebenarnya saya tahu wisata Sumber Biru ini dari FB. Cakep niaaan foto-fotonya. Tapi saya tahu foto tersebut sudah kena edit jadi tampilannya super kece. Berhubung pada saat itu saya dan keluarga sedang menjenguk Pakdhe yang sedang sakit di daerah Dinoyo Mojokerto, maka saya dan 2 sepupu saya berencana mampir Wonosalam beserta krucil-krucil kami.
Sumber:FB Konglomerat Batavia
Setelah solat Duhur kami bertiga otw Wonosalam. Sepedaan lho.....bonceng krucil-krucil. Sepupu saya Erna namanya, dia ini sering mbolang naik sepeda ke tempat-tempat wisata yang menurut saya ndlusup(tersembunyi) letaknya. So...dialah guide kami. Bilangnya sih dekat cuma setengah jam dan jalurnya juga ga se-ekstrim Cangar Pacet. Okelaaah...manut wae.

Area Wonosalam ini bukan pegunungan seperti di Batu atau Pacet yang hawanya dingin tapi perbukitan menurut saya. Udaranya cenderung panas ( mungkin karena masih musim kemarau). Sepanjang perjalanan, kanan kiri jalan lebih banyak pepohonan. Jarak antar perkampungan termasuk jauh . Berkali-kali kakak sepupu saya melihat jam di pergelangan tangannya 😕 sama mbak.... daku juga merasa perjalanan ini lebih dari setengah jam.


Sumber: FB Konglomerat Batavia
                                       
Memang jauhnya......... dan jalurnya naik turun seperti Cangar. Was-was juga nanti gimana balik pulangnya karena saya bonceng 2 anak kecil. Berkali-kali kami berhenti untuk tanya warga sekitar tempat wisata tersebut. Bilangnya "Dekat mbak...2km lagi" , " Oow.....5km lagi". Masya Allah.....ternyata beneran jauh😭

Mendekati tempat wisata banyak rambu-rambu TANJAKAN TAJAM,GUNAKAN PERSNELING 1. Oh noooo..... beneran tanjakannya tajam. Sudah ngeri nanti kalau pulang nanti gimana.

Akhinya..... sampai juga kami di Wisata Sumber Biru. Sekitar 1km sebelum masuk jalan kecil menuju TKP, kita antri dulu. Gantian dengan mobil yang keluar dari tempat wisata tersebut. Karena jalannya sempit full debu dan sedang diperbaiki.  Jangan membayangkan jalannya beraspal mulus. 

Tiket masuk murah banget, cuma Rp.15.000,00 saja untuk 3 orang dewasa dan 4 anak. Itupun sudah termasuk parkir. Dari loket kita masih harus jalan kaki menuju kebawah lokasi yang jalannya berbatu. Wiiih....ramai nian. Full pengunjung karena saat itu hari Minggu

Jadi.....wisata Sumber Biru ini warung air, dimana di atas sungai kecil ada kursi meja untuk pengunjung. Ada juga beberapa spot untuk foto-foto.  Sampai lokasi kami semua shock. Entah harus komen gimana. Tadi sudah membayangkan anak-anak bisa main air sepuasnya. Ternyata airnya keruh karena terlalu banyak pengunjung yang datang
Para sepupu dan ponakan

Kan...... sampai bingung mau ngapain. Hehehehe


Airnya keruh, hiks...

Full pengunjung

Karena wisata baru, maka pasti diburu. Banyak orang penasaran gimana bagusnya wisata ini. Sekitar wisata ini banyak orang jualan kok. Fasilitas umum juga ada seperti toilet. Kata anak saya " adoh-adoh ga renang, mek makan mi" ( jauh-jauh tidak renang, cuma makan mi).

Ya.....kita harapkan wisata Sumber Biru ini berkembang lebih baik ya. Namanya juga wisata baru. Lumrah jika banyak kekurangan. Dengan adanya wisata ini, ikut membantu mengembangkan perekonomian warga sekitar .

Oh ya lupa... sebelum wisata Sumber Biru ini kita akan melewati wisata Banyu Mili dan Taman Pinus. Tapi kita ga mampir karena tujuan utama kita kan Sumber Biru hehehhee.

Pulangnya kami lewat Mojoagung, jalannya lebih oke. Ga naik turun curam. Mungkin sedikit lebih lama tapi ga bikin was-was takut rem blong😁

Tuesday, September 11, 2018

Henna

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Ini latepost ya.... saat musim nikahan atau lebaran kebanyakan gadis-gadis minta di henna




Monday, September 3, 2018

Coban Talun, Batu Malang

Assalaamu'alaikum Wr.Wb.

Masih kelanjutan halan-halan kami kemarin ke Batu ,Malang. Kami mampir ke Coban Talun yang lokasinya dekat dengan Selecta. Dari penginapan Taman Dolan, dibutuhkan waktu sekitar setengah jam saja. Sepanjang perjalanan, kanan kiri jalan kita bisa menikmati hijaunya perkebunan apel.


Masuk gerbang area Coban Talun kita bayar tiket masuk dulu Rp.10.000,-/orang. Di area wisata ini, selain air terjun Coban Talun juga ada Apache Camp,taman bunga, dan Rumah Pagupon. Tapi bayar lagi jika masuk spot-spot tersebut.

Kami cuma mampir air terjun saja karena kami gak yakin waktunya mencukupi jika semua di kunjungi. Dan kami tidak ingin pulang terlalu sore karena perjalanan nanti naik  motor bertiga, pastinya butuh waktu untuk istirahat sebelum besok si kecil masuk sekolah.

Dari parkiran kita jalan kaki sekitar setengah jam dengan jalan yang masih tanah berbatu dan naik turun. Saya kira air terjunnya dekat. Ternyataaa..... 

Jadi gini, ternyata air terjunnya sangat dekat dari sungai kecil yang sebelumnya kami lalui. Tapi karena tidak ada jalan pintas maka kita harus jalan kaki turun sekitar 7 kelokan yang curam( menurut saya yang gak pernah mendaki gunung). Jalannya penuh debu saat kaki kita menapak. Ini kalau balik pasti ngos-ngosan. Turunnya gampang, baliknya ini nanti menanjak tajam.

Ni anak kok ga capek naik turun tanpa ngos-ngosan
Tapi meski capek saat sudah sampai di air terjun, beneran cakep pemandangannya. Dan lumayan sepi pengunjungnya. Sekitar air terjun ada fasilitas MCK dan warung makanan kok. 

pingin berendam jadinya :)
Cukup main di air, kami balik naik dan aduduh....... beneran...napas ngos-ngosan (ketahuan jarang olahraga). Setelah tanjakan terakhir kami nyerah. Naik ojek ( Rp.10.000/orang) aja menuju parkiran. Bagi teman-teman yang terbiasa naik gunung mungkin jalur ini gampang banget. Tapi bagi saya pribadi....nyerah. Ga mau balik lagi ke air terjunnya .😅

Sunday, September 2, 2018

Serunya menginap di Taman Dolan,Batu


Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Selamat pagi teman-teman....


Sekitar awal September 2018 kemarin kami main ke Batu, Malang. Alhamdulillah kami berkesempatan menginap di Taman Dolan. Sebuah penginapan dengan konsep tradisional kalau menurut saya. Alamatnya di Jalan Raya Pandanrejo No.308,Bumiaji, Giripurno – 65332 Kota Batu Malang.

Perjalanan naik sepeda motor dari kota Mojokerto sekitar 4 jam. Cukup lama juga karena kami berhenti beberapa kali untuk istirahat dan macetnya luar biasa saat mendekati pertigaan Karanglo. Coba tadi lewat Cangar pasti lebih cepat. Tapi suami gak mau, lewat luar aja, okelah manut yang nyetir.

salah satu kamar di Taman Dolan

Taman Dolan memiliki beberapa tipe kamar yang dinamakan dengan nama permainan tradisional di Indonesia.. Saat kami datang memang tanpa reservasi terlebih dahulu. Modal nekat memang, jika tidak ada kamar yang kosong (memang saat itu Weekend) kami akan cari penginapan lain. Alhamdulillah ada kamar yang di cancel. So kami dapat kamar Ketapel dengan fasilitas seperti penginapan pada umumnya (tapi tanpa lemari). Kondisi penginapan lumayan bersih. Namun lantai kamar karena terbuat dari kayu, maka antar sambungan masih agak renggang. Untung ga ada lipan atau kecoak yang masuk. Disediakan juga gantungan baju (hanger) tapi ga ada tempat buat njemur😞

Dekat ruang makan dan dapur ada area bermain. Dan disediakan alat-alat permainan tradisional seperti hulahoop, bakiak, egrang, memanah. Namun ada juga flying fox tapi bayar lagi.

Nyobain main egrang




Dekat ruang makan dan dapur ada area bermain. Dan disediakan alat-alat permainan tradisional seperti hulahoop, bakiak, egrang, memanah. Namun ada juga flying fox tapi bayar lagi.

Dari kamar menuju kolam renang menurut saya jalannya kurang oke. Maksudnya terlalu berliku naik turun dan harus lewat rimbunan pohon. 




Berasa kolam pribadi, sepi karena hawanya dingiin
Pemandangan sekitar penginapan asri dan memanjakan mata serta cuacanya jelas sejuk, jadi pingin dikamar aja 😜. Karena kami sampai saat Dhuhur maka kami belum boleh check-inHarus nunggu sekitar pukul 14.00. Namun sambil nunggu kami diperbolehkan renang dan bisa solat di musolla yang dibuat seperti panggung sederhana. Pokoknya serba kayu deh disini bangunannya. Ada 2 area kolam, khusus anak-anak dan dewasa. Tapi yang khusus dewasa kayaknya ga begitu dalam karena airnya tidak di isi full.
Sekitar penginapan banyak kebun sayur mayur
Malam hari kami berkeliling sekitar alun-alun kota batu dan mampir BNS. Tapi BNS termasuk sepi padahal Weekend.

Keesokan paginya kami sarapan nasi ayam bakar. Ini sudah termasuk fasilitas penginapan,free breakfast untuk 2 orang. Jika bertiga ya nambah Rp.25.000 untuk seporsi lagi. Yang saya tahu, menu breakfast ada 2 macam, nasgor dan ayam bakar. Tapi kita tidak bisa milih ya...terserah pihak penginapan hari itu menunya apa. Dan rasanya.....wenak tenan. Anak saya habis, padahal agak pedas tapi dia bilang "pedes tapi enak"😛

Setelah sarapan kami mbolang ke wisata sekitar tapi nanti saya pisah di judul lain.  Dhuhur kami sudah check-out karena kami tidak ingin pulang terlalu malam dan agar ada waktu istirahat. Secara umum kami senang menginap di Taman Dolan. Saya kasih 4/5 bintang deh karena memang area parkir masih berdebu dan tidak beratap. Semoga Taman Dolan lebih baik lagi kedepannya.


Banana Cotton Cake